Resonansi.co.id – Lantunan sholawat kembali menggema di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui gelaran UINSI Bersholawat Jilid IV. Tahun ini, acara mengusung tema “Sholawat for Unity: Membangun Ukhuwah Islamiyah dan Wawasan Kebangsaan di Tengah Keberagaman.”
Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni religius, melainkan ruang untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan di lingkungan kampus yang dihuni mahasiswa dari berbagai latar belakang.
“Sholawat bukan hanya ritual. Ini ruang yang menyatukan banyak perbedaan,” ujar Sekretaris Panitia. Ia menjelaskan bahwa keberagaman daerah asal, organisasi, hingga cara pandang mahasiswa sering menjadi tantangan, sehingga acara ini menjadi momentum merayakan perbedaan secara positif.
Panitia juga berharap UINSI Bersholawat ke depan dapat menjangkau peserta yang lebih luas, tidak hanya dari Samarinda tetapi juga Tenggarong, Balikpapan, dan kota lainnya. “Semoga tahun depan lebih meriah dan cakupannya lebih besar,” tambahnya.
Antusiasme mahasiswa disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, namun panitia tetap mendorong lebih banyak partisipasi. “Semakin ramai, semakin terasa kebersamaan itu,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Bendahara Umum DEMA, Indah Auralia Karisma Diana, menilai kegiatan ini berpotensi menjadi wadah silaturahmi besar. “Kami ingin pesertanya nanti bukan hanya mahasiswa UINSI, tapi masyarakat umum,” ujarnya.
Sekretaris panitia lainnya, Rohmah Nurfadilah, menegaskan komitmen untuk menjadikan UINSI Bersholawat sebagai agenda religius yang inklusif dan terus berkembang. Menurutnya, evaluasi dilakukan tiap tahun agar acara ini mampu memberi manfaat spiritual, sosial, dan budaya.
Gelaran UINSI Bersholawat Jilid IV menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan dapat menjadi jembatan persatuan. Dengan dukungan civitas akademika dan masyarakat, acara ini diharapkan terus tumbuh sebagai simbol kebersamaan dan penguatan wawasan kebangsaan. (Khinn/*)





