Menggaungkan Suara Masa Kini

Jasad Warga Malaysia Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian di Sungai Patek

Terbit Senin, 24 November 2025
oto: Jenazah Warga Negara Malaysia saat dievakuasi tim gabungan. (hms)


Resonansi.co.id — Upaya pencarian selama tiga hari terhadap Wong Sie Tuong, warga negara Malaysia berusia 65 tahun yang hilang di Sungai Patek, Kecamatan Tabang, akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan dari berbagai instansi menemukan jasad pria itu pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 14.56 WITA, setelah operasi pencarian besar-besaran dilakukan sejak Jumat lalu.

Wong, karyawan PT Cahaya Riski Persada kontraktor di sektor perkayuan yang bekerja sama dengan KUD Beringin Mulia dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan saat melintasi jembatan hauling di KM 32. Jembatan itu berada tepat di atas aliran Sungai Patek, jalur sungai yang dikenal deras, berkelok, dan dikelilingi medan sulit.

Laporan hilangnya Wong langsung memicu gerak cepat aparat. Polres Kutai Kartanegara menurunkan tim lengkap, diperkuat Polsek Tabang, Sat Polair, Sat Reskrim, INAFIS, Basarnas Kaltim, BPBD Kukar, TNI Koramil Tabang, Damkar, serta relawan masyarakat yang turut menyisir wilayah sekitar sungai. Operasi ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, bersama Kapolsek Tabang, Iptu Aldino Subroto.

Sejak hari pertama, tim dibagi menjadi dua kelompok untuk mempercepat proses pencarian. Pemisahan ini dilakukan karena karakter Sungai Patek yang bercabang, memiliki banyak anak sungai, dan akses darat yang minim.

Tim Pertama, yang beranggotakan personel kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan, bergerak dari titik awal kecelakaan di KM 32. Mereka menyusuri aliran sungai ke arah hilir menggunakan kombinasi mobil operasional, longboat, dan perahu kecil. Tiap meter tepian sungai diperiksa, mengingat korban berpotensi tersangkut di akar pohon, bebatuan, atau pertemuan arus.

Sementara itu, Tim Kedua bergerak dari arah muara Sungai Patek menuju hulu. Tim ini dipimpin seorang warga lokal bernama Jus, tokoh masyarakat yang mengenal betul alur sungai, percabangan, dan titik-titik rawan. Bersama personel Polsek Tabang, Polair, dan Koramil Tabang, mereka menembus jalur-jalur air sempit yang tidak bisa dijangkau perahu besar.

Kedua tim mulai bergerak serentak pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Kondisi lapangan tidak mudah. Arus sungai meningkat setelah hujan malam sebelumnya. Akses darat melalui jalur perusahaan pun licin dan hanya bisa ditembus kendaraan tertentu.

Meski demikian, pencarian tetap dilanjutkan tanpa jeda. Koordinasi antarinstansi dilakukan secara terus-menerus, baik melalui radio komunikasi maupun titik-titik pertemuan di sepanjang sungai.

Upaya tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.56 WITA, Tim Kedua mendapati tubuh korban di wilayah perairan Bisun salah satu anak sungai Bengen yang terhubung langsung dengan Sungai Patek. Lokasi ini berada sekitar 15 kilometer dari titik awal kecelakaan, menandakan kuatnya arus sungai yang membawa korban jauh dari lokasi terjatuh.

Begitu ditemukan, personel gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi. Jasad Wong dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menggunakan perahu menuju Desa Sidomulyo. Perjalanan memakan waktu hampir tiga jam melalui jalur sungai yang sempit dan gelap akibat rimbunnya vegetasi di kiri-kanan.

Sekitar pukul 18.00 WITA, jenazah tiba di Desa Sidomulyo sebelum dipindahkan ke ambulans milik Puskesmas Tabang. Evakuasi dilanjutkan melalui jalur darat, dan pada pukul 20.14 WITA jenazah dibawa ke Puskesmas Tabang untuk pemeriksaan awal.

Dari sana, jenazah kemudian diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Balikpapan. Langkah ini sesuai dengan prosedur penanganan jenazah warga negara asing serta ketentuan pemeriksaan pada kasus kecelakaan air.

Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menegaskan bahwa medan berat tidak menyurutkan upaya tim untuk menemukan korban.

“Operasi ini merupakan bentuk sinergi penuh antara Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah desa, dan relawan. Meskipun medan sangat sulit, tim tidak berhenti hingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi sesuai prosedur,” ucapnya dalam pesan tertulis, Senin (24/11/2025).

Menurut Roganda, dukungan warga setempat berperan besar dalam mempersempit area pencarian. Informasi mengenai arus sungai, percabangan, hingga karakter medan menjadi panduan penting untuk menentukan arah tim.

Penemuan jasad Wong mengakhiri pencarian intensif selama tiga hari yang menyita banyak tenaga dan perhatian. Namun bagi aparat dan relawan yang terlibat, operasi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi insiden serupa di wilayah pedalaman yang memiliki kondisi sungai kompleks dan minim akses. (Khinn/*).

Penulis: Muhammad Farikhin
Editor: Redaksi

Bagikan:

BERITA TERKAIT

daftar slotmantap

slotmantap alternatif

slotmantap link

slotmantap

slot mantap