Menggaungkan Suara Masa Kini

Nama Awang Faroek Ishak untuk Tol Balikpapan-Samarinda

Terbit Selasa, 24 Desember 2024
resonansi - Tol Balikpapan Samarinda dengan nama Awang Faroek Ishak
Tol Balikpapan-Samarinda yang diusulkan berganti nama 'Awang Faroek Ishak'.

Resonansi.co.id – Mantan Wali Kota Samarinda, Syaharie Ja’ang, mengusulkan nama mendiang Awang Faroek Ishak, mantan Gubernur Kalimantan Timur dua periode, diabadikan sebagai nama Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Tol Balsam). Usulan ini disampaikan melalui akun Facebook pribadinya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar Awang Faroek dalam pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur.

Dalam unggahan tersebut, Syaharie membagikan foto bersama Awang Faroek dengan keterangan:
“Mengusulkan nama Almarhum Bapak Prof. Dr. Awang Faroek Ishak diabadikan di Jalan Tol Samarinda-Balikpapan. Bagaimana pendapat Bapak, Ibu, dan warga Kalimantan Timur?”

Tol Balikpapan-Samarinda, proyek ambisius yang digagas Awang Faroek, telah menjadi tulang punggung konektivitas di Kalimantan Timur. Jalan tol yang dibangun sejak 12 Januari 2011 dengan nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun ini berhasil memangkas waktu perjalanan dari 3-4 jam menjadi hanya 1,5-2 jam. Selain mempercepat waktu tempuh, tol ini juga menurunkan biaya logistik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Beliau tidak hanya memiliki visi jauh ke depan, tetapi juga keberanian dan kegigihan untuk merealisasikannya,” ujar Syaharie Ja’ang.

Proyek ini memang tidak berjalan mulus. Dalam prosesnya, tol Balsam menghadapi berbagai tantangan, termasuk skeptisisme publik yang meragukan keberhasilannya. Namun, lobi intensif Awang Faroek ke pemerintah pusat berhasil memastikan proyek ini selesai dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Banyak pihak mendukung usulan Syaharie untuk mengabadikan nama Awang Faroek sebagai bentuk penghargaan atas jasanya. Netizen yang merespons unggahan di akun Facebook Syaharie mayoritas menyatakan setuju.

“Awang Faroek ingin melihat Kaltim berkembang pesat dan mengatasi disparitas pembangunan di wilayah ini. Apalagi, kontribusi Kaltim terhadap APBN negara tiap tahun sangat besar,” tulis salah satu netizen.

Menurut Syaharie, pemberian nama Awang Faroek pada tol Balsam akan menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi mendatang atas dedikasi seorang pemimpin visioner.

“Pak Awang telah meninggalkan jejak besar bagi pembangunan di Kalimantan Timur. Tol Balsam ini adalah bukti nyata visi beliau. Mengabadikan namanya di jalan tol ini akan menjadi pengingat akan sosok pemimpin gigih dan berdedikasi,” tegas Ja’ang.

Tol Balikpapan-Samarinda resmi beroperasi setelah hampir delapan tahun pembangunan. Jalan tol ini kini menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antara dua kota besar di Kalimantan Timur. Selain itu, keberadaannya juga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian regional, khususnya dalam memangkas biaya logistik dan mempercepat distribusi barang dan jasa.

Dengan panjang total sekitar 99,35 km, tol ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur di Kalimantan Timur tetapi juga menjadi warisan nyata dari visi besar Awang Faroek Ishak untuk masyarakat di Benua Etam. (*)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Bagikan:

BERITA TERKAIT

daftar slotmantap

slotmantap alternatif

slotmantap link

slotmantap

slot mantap