Resonansi.co.id — Langkah Arab Saudi menuju Piala Dunia 2026 akhirnya resmi terwujud. Kepastian itu diraih usai hasil imbang 0–0 melawan Irak pada laga terakhir Grup B babak keempat Kualifikasi Zona Asia, Selasa (14/10/2025) malam waktu setempat di King Abdullah Sports City, Jeddah.
Hasil seri tersebut sudah cukup membawa The Green Falcons finis di puncak klasemen grup dengan keunggulan selisih gol atas Irak yang menempati posisi kedua. Arab Saudi pun memastikan diri menjadi salah satu wakil Asia di ajang empat tahunan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu.
Bagi Arab Saudi, ini menjadi penampilan ketujuh mereka di Piala Dunia sejak debut pada 1994 di Amerika Serikat. Sementara bagi Irak, hasil ini menjadi pil pahit. Mereka harus melanjutkan perjuangan ke babak kualifikasi putaran kelima untuk memperebutkan tiket tambahan menuju babak playoff antarkonfederasi.
Sejak menit awal, laga berlangsung dengan intensitas tinggi. Irak tampil agresif karena hanya kemenangan yang bisa mengantar mereka lolos langsung ke Piala Dunia. Sementara Arab Saudi, yang cukup bermain imbang, lebih berhati-hati dalam membangun serangan.
Irak membuka peluang lebih dulu melalui sepakan keras Ali Jasim di menit ke-12, namun berhasil ditepis kiper muda Saudi, Nawaf Al-Aqidi. Tekanan dari lini tengah Irak yang dikomandoi Amjad Attwan memaksa lini pertahanan tuan rumah bekerja keras menutup ruang.
Arab Saudi membalas lewat serangan cepat dari sayap kanan. Salem Al-Dawsari sempat hampir memecah kebuntuan di menit ke-25, tetapi sepakannya melebar tipis di sisi gawang. Kedua tim terus bertukar serangan, namun hingga babak pertama usai, skor tetap 0–0.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan semakin meningkat. Irak mencoba menekan lewat bola-bola panjang, sementara Saudi menunggu momen untuk melakukan serangan balik cepat. Peluang terbaik Irak terjadi di menit ke-83, ketika tendangan bebas Hassan Abdulkareem hampir menjebol gawang. Namun Al-Aqidi kembali tampil gemilang dengan penyelamatan spektakuler.
Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tercipta. Para pemain dan suporter Saudi langsung bersorak merayakan keberhasilan mereka mengamankan tiket ke Piala Dunia.
Keberhasilan ini menegaskan konsistensi Arab Saudi sebagai kekuatan utama sepak bola Asia Barat. Sejak tampil di Piala Dunia 1994, Saudi hanya absen dua kali dari enam edisi terakhir. Bahkan, pada Piala Dunia 2022 di Qatar, mereka mencatat kejutan besar dengan menumbangkan Argentina di fase grup.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) kini menargetkan tim nasional tampil lebih kompetitif di Piala Dunia 2026 mendatang. Dengan proyek pengembangan sepak bola nasional yang ambisius dan kehadiran sejumlah pemain bintang di liga domestik, Saudi dianggap siap bersaing di level global.
“Ini bukan akhir perjalanan, tapi awal dari babak baru. Kami ingin tim nasional menjadi kebanggaan seluruh rakyat Arab Saudi,” tulis SAFF dalam pernyataan resminya.
Irak Belum Menyerah
Meski gagal lolos otomatis, asa Irak belum sepenuhnya pupus. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Putaran Kelima, di mana tim-tim peringkat ketiga dan keempat dari tiap grup akan kembali bertarung memperebutkan satu tiket tambahan menuju playoff antarbenua.
Pemain senior Irak, Aymen Hussein, mengaku timnya tidak akan menyerah.
“Kami akan belajar dari hasil ini. Masih ada peluang dan kami akan berjuang sampai akhir untuk membawa Irak ke Piala Dunia,” ujarnya. (*)





