Resonansi.co.id – Mencegah burnout saat WFH merupakan langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Meskipun sistem kerja dari rumah menawarkan fleksibilitas, tidak sedikit pekerja yang mengalami kelelahan mental akibat tidak adanya batasan waktu dan ruang kerja. Untuk itu, berikut lima strategi yang bisa diterapkan guna menghindari kelelahan saat bekerja dari rumah:
- Tentukan Waktu Kerja yang Konsisten
Pastikan Anda memiliki jam kerja yang jelas, misalnya pukul 08.00 hingga 17.00. Di luar jam tersebut, hindari mengakses aplikasi pekerjaan untuk memberikan sinyal kepada otak bahwa waktu istirahat telah dimulai. - Sediakan Area Khusus untuk Bekerja
Usahakan untuk tidak bekerja di tempat tidur atau ruang santai. Gunakan meja atau sudut tertentu yang khusus dipakai untuk bekerja guna membantu otak beradaptasi antara waktu produktif dan waktu rileks. - Gunakan Teknik Pomodoro untuk Istirahat Terjadwal
Cobalah metode kerja 25 menit fokus dan 5 menit istirahat. Setelah empat siklus, ambil jeda lebih panjang selama 15–30 menit. Teknik ini terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan efisiensi kerja. - Bergerak Aktif Secara Teratur
Lakukan peregangan ringan atau berjalan selama 5–10 menit setiap jam. Aktivitas fisik ini dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan otot, dan memperbaiki suasana hati. - Minimalkan Paparan Konten Kerja di Luar Jam Tugas
Kurangi kebiasaan membuka email atau grup kantor saat tidak bekerja. Atur notifikasi hanya untuk hal mendesak agar Anda tidak terus-menerus berada dalam tekanan informasi.
Dengan konsistensi dalam membatasi waktu kerja, menciptakan ruang kerja yang sehat, dan menerapkan kebiasaan istirahat yang terstruktur, Anda dapat mencegah burnout saat WFH secara efektif. Kelima langkah di atas bisa membantu Anda menjaga semangat, produktivitas, dan kesehatan mental selama bekerja dari rumah. (*)





