Oleh: Rohmah Nurfadilah — Mahasiswa PKL UINSI Samarinda
Publik speaking sering dipahami sebagai kemampuan berbicara di depan umum, tetapi bagi anak-anak Panti Sosial Asuhan Anak Harapan Samarinda, kegiatan ini memiliki makna lebih dalam: ruang kecil untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan mengungkapkan pikiran. Awalnya, kegiatan public speaking memang sudah menjadi agenda rutin panti, namun pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Dari pengamatan kami sebagai mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL), masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan berbicara dan belum ada pendampingan yang konsisten.
Berangkat dari kondisi tersebut, kami mengambil inisiatif untuk melakukan perubahan. Public speaking kemudian dijadwalkan secara lebih teratur, yakni satu sampai dua kali dalam seminggu, dengan pembagian giliran untuk setiap wisma. Pada minggu pertama, kami mahasiswa PKL memberikan materi dasar tentang public speaking agar anak-anak memahami teknik dan langkah-langkah yang dapat mereka terapkan saat tiba giliran tampil. Minggu berikutnya dan seterusnya, kegiatan sepenuhnya diisi oleh anak-anak sesuai jadwal yang telah dibagikan.
Perubahan sederhana ini ternyata memberikan dampak besar. Banyak anak yang akhirnya mendapatkan kesempatan berbicara, meskipun beberapa di antaranya masih terlihat gugup. Ada yang maju tanpa persiapan matang, ada yang belum menerapkan teknik yang telah diajarkan, dan ada pula yang menghindar dari jadwal tampil dengan tidak ikut hadir. Namun bagi kami, proses ini justru menunjukkan bahwa public speaking bukan hanya soal tampil, melainkan soal keberanian untuk mencoba, meski belum sempurna.
Melihat anak-anak berlatih, saling mendukung, dan perlahan mulai berani menyampaikan pendapat di hadapan teman-temannya, menjadi pengalaman yang sangat berarti. Para pengasuh dan kepala panti pun memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, karena dianggap mampu membuka ruang baru bagi anak-anak untuk berkembang.
Harapan kami sederhana yaitu kegiatan public speaking ini menjadi langkah awal bagi anak-anak panti untuk berani menunjukkan kemampuan mereka, menyuarakan ide dan pendapat, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas. Sebab keberanian berbicara di depan orang lain bukan hanya keterampilan, tetapi modal penting untuk masa depan mereka. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut, menjadi kebiasaan positif, dan melahirkan generasi yang percaya diri serta siap tampil dalam berbagai kesempatan.
Disclaimer: Opini ini adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Resonansi.co.id





