Samarinda, Resonansi.co.id – Gelaran tahunan Samarinda Cultural Festival (SCF) kembali menyapa masyarakat mulai tanggal 22 hingga 27 Juli 2025, berlokasi di Rumah Adat Budaya Daerah, Jalan Kadrie Oening No. 8, Kelurahan Air Hitam, Samarinda.
Festival kali ini mengusung tema “Peran Kearifan Kebudayaan Lokal dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”, sebagai bentuk penguatan budaya sekaligus kontribusi terhadap isu-isu sosial dan pangan.
Rangkaian acara selama enam hari mencakup berbagai kegiatan kebudayaan dan edukatif. Di antaranya adalah workshop teater tradisional, pameran pusaka budaya, serta pertunjukan teater SANDIMA dan barongsai.
Tak hanya itu, turut digelar pula lomba permainan rakyat dan olahraga tradisional tingkat pelajar SMP, serta penampilan budaya dari berbagai daerah, seperti Banjar, Hudoq, Karo, Sunda, dan Kutai. Tradisi syukuran panen dan pameran kuliner khas Kalimantan Timur juga menjadi daya tarik tersendiri.
Puncak acara akan menampilkan Gelar Budaya Banjar dan Tari Hudoq, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan tradisi lokal yang masih hidup dan berkembang.
Seluruh rangkaian acara ini gratis dan terbuka untuk umum, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk turut serta dalam pelestarian budaya sekaligus mendukung nilai-nilai kemandirian pangan berbasis kearifan lokal. (*)





