Resonansi.co.id – Keberadaan air mancur di ruang publik kerap diasosiasikan dengan keindahan visual dan daya tarik kawasan. Namun di balik tampilan tersebut, air mancur sesungguhnya merupakan bagian dari infrastruktur yang membutuhkan perencanaan teknis dan sistem yang matang agar dapat berfungsi dengan baik dan berkelanjutan.
Dalam banyak proyek penataan kota, air mancur sering ditempatkan sebagai elemen ikonik untuk memperkuat identitas ruang publik. Sayangnya, pendekatan yang terlalu menekankan aspek estetika kerap mengabaikan peran air mancur sebagai sistem infrastruktur yang kompleks.
Air mancur melibatkan struktur penahan air, instalasi mekanikal dan elektrikal, sistem sirkulasi, serta pengelolaan air yang harus terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa perencanaan yang menyeluruh, air mancur berisiko menjadi elemen pasif yang sulit dirawat dan tidak berfungsi optimal.
Menurut praktisi desain dan konstruksi dari Casanova Jaya Design, air mancur seharusnya dipahami sebagai infrastruktur kota, bukan sekadar elemen dekoratif.
“Air mancur itu sistem. Kalau hanya dilihat dari sisi estetika, banyak fungsi penting yang terlewat,” ujar Singgih, perwakilan dari Casanova Jaya Design.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur air mancur mencakup lebih dari sekadar tampilan visual. Sistem pompa, pengaturan tekanan air, pencahayaan, hingga kontrol operasional perlu dirancang agar dapat bekerja stabil dalam jangka panjang.
Di lapangan, Singgih menyebutkan bahwa banyak air mancur kota yang akhirnya tidak beroperasi karena sistem infrastrukturnya tidak dirancang dengan mempertimbangkan kondisi penggunaan dan perawatan.
“Banyak yang bagus di awal, tapi sulit dirawat karena infrastrukturnya tidak siap,” lanjutnya.
Selain sistem teknis, air mancur juga berkaitan dengan aspek keselamatan dan kenyamanan ruang publik. Permukaan basah, area terbuka, dan interaksi langsung masyarakat menuntut perencanaan yang cermat agar air mancur tidak menimbulkan risiko.
Menurut Casanova Jaya Design, infrastruktur air mancur harus dirancang dengan mempertimbangkan alur aktivitas masyarakat. Penempatan yang kurang tepat dapat mengganggu fungsi ruang publik atau menciptakan area yang kurang aman.
“Air mancur harus mendukung aktivitas ruang publik, bukan justru menjadi hambatan,” kata Singgih.
Di Jawa Tengah, pembangunan air mancur semakin sering dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi taman kota, alun-alun, dan kawasan publik lainnya. Tren ini menunjukkan bahwa air mancur memiliki peran strategis dalam penataan kota.
Namun, Singgih menekankan bahwa keberhasilan air mancur tidak diukur dari kemegahan desain semata, melainkan dari bagaimana sistemnya dapat beroperasi secara konsisten dan efisien.
“Infrastruktur yang baik membuat air mancur bisa berfungsi lama dan tetap menarik,” ujarnya.
Aspek pengelolaan air juga menjadi bagian penting dari infrastruktur air mancur. Sistem yang tidak terintegrasi dengan baik berpotensi menyebabkan pemborosan air atau gangguan pada sistem drainase kawasan.
Selain itu, pencahayaan pada air mancur memerlukan perencanaan khusus. Sistem pencahayaan yang tidak dirancang dengan baik dapat menimbulkan masalah teknis dan meningkatkan biaya operasional.
Dalam beberapa proyek, kurangnya perencanaan infrastruktur menyebabkan air mancur hanya berfungsi dalam waktu terbatas, bahkan berhenti beroperasi setelah beberapa waktu. Hal ini tentu mengurangi nilai ruang publik yang seharusnya ditingkatkan.
Sebagai konsultan yang menangani berbagai proyek infrastruktur dan ruang publik, Casanova Jaya Design menilai bahwa pendekatan infrastruktur perlu menjadi dasar dalam perencanaan air mancur kota.
“Kalau infrastrukturnya kuat, estetika akan mengikuti,” ujar Singgih.
Ia menambahkan bahwa air mancur yang dirancang sebagai infrastruktur akan lebih mudah dirawat, lebih aman digunakan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Informasi mengenai pendekatan perencanaan dan pembangunan fasilitas publik dapat diakses melalui Casanova Jaya Design, yang memuat berbagai referensi terkait proses desain dan konstruksi bangunan serta infrastruktur kota.
Ke depan, air mancur diperkirakan akan semakin berperan dalam pengembangan ruang publik perkotaan. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan bahwa setiap proyek tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat dari sisi infrastruktur.
Singgih menegaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap air mancur sangat diperlukan.
“Air mancur bukan sekadar hiasan. Ia bagian dari infrastruktur kota yang harus direncanakan dengan serius,” katanya.
Dalam pengembangan fasilitas ruang publik, pemanfaatan layanan air mancur kota dinilai dapat membantu memastikan air mancur dirancang sebagai sistem infrastruktur yang aman, fungsional, dan berkelanjutan. (*)





