Jakarta, Resonansi.co.id — Kampung Bahari, Jakarta Utara, kembali diguncang operasi besar. Jumat 7 November 2025, ratusan aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyisir gang-gang sempit kawasan padat itu. Dalam hitungan jam, puluhan kilogram sabu dan uang miliaran rupiah ditemukan — menandai babak baru dalam perang panjang melawan narkoba di Indonesia.
Operasi kali ini merupakan lanjutan dari penggerebekan dua hari sebelumnya. Dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, sebanyak 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, dan Polres Jakarta Utara diterjunkan. Dua rumah kost di Jalan Samudera 4 dan Jalan Bak Air 2 menjadi lokasi utama penyitaan barang bukti.
Hasilnya mencengangkan. Tim menemukan 89 kilogram sabu, 91 gram ganja, 159 butir ekstasi, serta uang tunai lebih dari Rp1,4 miliar. Tidak berhenti di situ, disita pula senjata api, perhiasan emas, dan kendaraan mewah. Sembilan orang turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Suyudi menyebut, operasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga adalah kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkoba yang mengakar kuat di sejumlah wilayah urban.
“Kita telah membuktikan kerja sama luar biasa antara BNN dan Polri. Barang bukti yang kita temukan menunjukkan hasil kerja yang optimal. Operasi ini tidak akan berhenti sampai di sini,” katanya melalui Halaman Facebook Humas BNN RI.
Kampung Bahari bukan kawasan asing dalam catatan hitam peredaran narkoba di Jakarta. Namun bagi Suyudi dan tim gabungan, operasi kali ini lebih dari sekadar penggerebekan — ini adalah pesan kuat bahwa perang terhadap narkoba akan dijalankan dengan strategi menyeluruh, bukan sekadar tindakan sesaat.
BNN juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat berjalan tanpa peran masyarakat. Setiap informasi, sekecil apapun, dapat menjadi kunci dalam membongkar jaringan besar. Melalui call center 184 dan layanan WhatsApp 081221675675, publik diajak menjadi bagian dari strategi nasional War on Drugs for Humanity.
Operasi ini, menurut sejumlah pengamat, menjadi simbol pergeseran pendekatan: dari reaktif menjadi sistemik, dari penindakan kasus per kasus menjadi pengawasan berbasis intelijen dan komunitas.
Kampung Bahari kini bukan hanya saksi dari penggerebekan besar, tapi juga panggung bagi komitmen baru dalam perang panjang melawan narkoba — perang demi kemanusiaan dan masa depan generasi Indonesia yang bersih dari candu. (*)





